Photo by drown_ in_city on Unsplash

written on November 6, 2020

meratapi masa lalu

barisan kecil mimpiku

terasa kian menjauh

tersembunyi rasa pilu

namun kututupi dengan senyum

akankah semuanya berakhir sendu?

aku masih hidup

tapi terasa kaku

ingin berkata dengan tersedu

bahwa hari-hari kian buruk

selamat tinggal masa lalau

andai saja bisa berkata begitu

namun semua terlanjur membatu

dan hanya tersisa perasaan semu

terlampau aneh cara-Mu

untuk meyakinkanku

bahwa inilah hidupku

kuselami satu-persatu

melewati luka dan pilu

seolah berada dalam mimpi buruk

tangis yang dahulu menjadi kawanku

sekarang hilang berganti perasaan yang beradu

dalam kosongnya hatiku yang biru

akankah sama seperti dulu?

terulang kembali kisah itu

kala aku menangis tersedu

sendirian menahan pilu

--

--

Photo by Anthony Tran on Unsplash

written on april 15, 2020

lama meringkuk

dalam buaian rumput

selembut sutra

dunia yang menghitam

hanya bagai lukisan pucat

di mata ku

dimana lagi rasa

yang mampu meredam

luka yang terpendam ini?

sadarku telah terhapus

oleh mimpi yang teramat rapuh

dimana lagi tempat ku

dapat bertemu dengan nyata yang indah?

--

--

written on April 22, 2019

Kau boleh saja merasa lelah

atas perundian nasib yang memojokkan mu

Kau boleh saja berkeluh kesah

atas rantai yang senantiasa mengikatmu

Kau boleh saja mereasa kesal

atas segala penjara yang mengekangmu untuk melihat dunia

Kita lanjutkan pembicaraan ini kapan-kapan

jikalau waktu luang ku semakin lebar

atau ketika malam berhenti menunjukkan sisi kelamnya

atau siang telah berubah menjadi pribadi yang hangat

Kita bisa lanjutkan kapan-kapan

tatkala kita sudah saling memahami

bahwa memahami itu tak semudah yang tertuang dalam barisan kata

atau yang terucap keluar dari bibir kita

--

--

Photo by Ryan Kwok on Unsplash

written on April 22, 2019

Sepekat-pekatnya warna kelam di langit itu

Tak tampak raut jenuhnya apalagi muak

Meratapi langkah-langkah yang kian cepat

Kata-kata yang kian tergerus

Dan akal yang semakin membusuk

Dari mahluk-mahluk penghuni jagat raya ini

--

--

Photo by Leohoho on Unsplash

On one of the darkest nights, I silently pray for happiness to come around even for a while.

Seperti apa bentuk rupa bahagia

bila ia menjelma menjadi manusia?

Apakah senyuman selalu tergurat di wajahnya?

Apakah kesedihan adalah kata asing baginya?

Menjelma menjadi manusia mungkin bukan pilihan bijak

Sudah terlalu banyak kerumunan manusia-manusia licik

Tak terbayangkan seperti apa kiranya ketika ia mulai berpijak

Melangkahkan kaki melewati lautan manusia yang semakin picik

Mungkin menjadi malaikat adalah pilihan yang tepat

Dibanding menjadi manusia yang kerap kali tersesat

Yang amat senang bergunjing dan berdebat

Seiring berjalannnya waktu, kita tersesat dalam hutan lebat

Bahagia lebih baik tetap menjadi dirinya

Biarkan ia sendirinya berdiam di sana

Menantikan mansia untuk meraih dirinya

Untuk kemudian dienggam erat-erat dalam lubuk hati mereka

--

--

Photo by Amine rock hoovr on Unsplash

written on August 17, 2021

kulepaskan sementara genggaman ku padamu

untuk beralih ke dunia lainnya

Tubuh dan jiwaku berkelana berkeliaran kesana kemari

Nmaun hati ku tetap terpatri padamu yang setia menunggu

Kujanjikan ini bukan terakhir kali kita bersapa

Masih ada hari-hari esok yang lebih benderang

Selamat tinggal untuk sementara

Lambaian tangan ini akan segera kembali menyapamu

Suatu hari di waktu yang paling menjanjikan

--

--